Bagaimana membuat kelas online terasa seperti kelas offline? (MP-Pertemuan 1)

    Sekitar bulan Februari akhir sampai awal Maret, Indonesia mulai memberlakukan Work From Home (WFH) dan Study From Home (SFH). Hal ini terjadi di seluruh wilayah untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Tentunya dengan diberlakukannya WFH dan SFH sangat berdampak terutama bagi teman-teman kita yang bersekolah serta para mahasiswa/i. Semua kegiatan kelas dilakukan secara online dengan menggunakan beberapa fitur dan aplikasi seperti e-learning, Zoom, Google Meet, Google Classroom, Microsoft Team, dan lain-lain.

    Tentu saja terdapat beberapa masalah baru yang timbul. Salah satunya yaitu bagaimana menciptakan suasana kuliah online (daring) seperti kuliah offline (di kelas). Seringkali pada kelas-kelas yang diadakan para peserta kelas hanya log-in akun lalu mematikan suara dan video, sehingga para pengajar tidak tahu apakah mereka mendengarkan dan mencatat materi atau tidak. Hal ini menyebabkan tidak efektifnya kegiatan belajar mengajar yang dilakukan.

    Ada beberapa variable yang dapat membuat kelas online terasa seperti kelas offline di antaranya:

  1. Video para partisipan kelas dalam keadaan menyala (on-camera).
  2. Aktif bertanya atau dosen bertanya kepada mahasiswa dan sebaliknya.
  3. Pembelajaran yang interaktif (adanya timbal balik antara dosen dan mahasiswa).
  4. Terjadi komunikasi dua arah, dan lain-lain.

    Dengan mengetahui permasalahan yang ada, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu:

  1. Berapa jumlah kuota yang dibutuhkan untuk satu kali pertemuan kelas online?
  2. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk keperluan kelas online?
  3. Apakah dengan diadakannya kelas online efektif dan efisien?
  4. Berapa lama idealnya kelas online diadakan?  (30/60/90 menit)
    Semua permasalahan di atas dapat ditemukan jawabannya dengan melakukan penelitian. Penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang ada. Metode adalah langkah-langkah atau cara untuk mendapatkan sesuatu. Penelitian adalah kegiatan untuk menyelidiki suatu hal. Metode Penelitian adalah langkah-langkah atau cara untuk menyelidiki sesuatu hal untuk mendapatkan sesuatu atau tujuan yang dituju.

    Dalam melakukan metodologi riset, maka harus ada problem atau masalah. Setelah mengetahui masalah yang ada maka dapat menyusun riset question atau pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan masalah yang ada. Contohnya seperti permasalahan yang sedang saya bahas di atas. Masalahnya adalah bagaimana membuat suasana kelas online yang terasa seperti kelas offline. Dari permasalahan itu, maka dapat dibuat pertanyaan-pertanyaan seperti berapa jumlah kuota yang dibutuhkan, berapa lama idealnya kelas online diadakan, apakah dengan diadakannya kelas online efektif dan efisien. 

    Metodologi riset memiliki tools atau model-model analisis, yaitu analisis SWOT dan analisis PIECES. Kedua metodologi ini memiliki kelebihannya masing-masing. Untuk pembahasan lebih lengkapnya akan dibahas pada power point kelompok saya berikut ini.



Komentar